Masih Banyak Misterinya, Sejarah Candi Borobudur Belumlah Terbongkar

Masih Banyak Misterinya, Sejarah Candi Borobudur Belumlah Terbongkar

Borobudur adalah kekayaan yang dimiliki oleh indonesia yang tepatnya berada di magelang — jawa tengah, indonesia. Borobudur masuk ke dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bangunan candi yang demikian itu besar dan melambung membuatnya kian indah dan dikagumi.

Borobudur adalah daerah wisata yang hingga ketika ini masih ramai tak pernah sepi. Pelancong datang dari lokal hingga mancanegara hanya demi menyaksikan estetika candi dan ukirannya yang detail.

Mencapai borobudur bisa lewat trek darat seperti dengan menerapkan jasa sewa bus pariwisata murah jakarta barat ataupun kota lain atau menerapkan trek udara yang lebih mudah dari mana saja.

Sejarah candi borobudur

Candi yang berdiri dengan megah itu bukan tanpa alasan langsung tumbuh demikian itu saja, tapi ada sejarah yang membersamainya. Dan kita sebagai masyarakat sudah mesti tak mentah-mentah hanya menikmati keindahannya saja, tapi juga mengetahui sejarahnya.

Nama borobudur sendiri pada dasarnya berasal dari bara dan budur yang artinya komplek biara dan atas. Artinya jika kedua kata tersebut disatukan artinya adalah komplek biara yang ada di atas.

Tak ada yang tahu pasti mengenai bagaimana sejarah borobudur sekaligus siapa yang mendirikannya. Malah hingga sekarang untuk meluruskan sejarah itu para peneliti masih mecari data-datanya.

Candi borobudur adalah candi buddha terbesar di dunia yang diperkirakan dibangun antara 750 hingga 800 masehi. Sangkaan ini muncul dari analitik  aksara yang terukir di kaki tertutuo karmawibhangga yang memang banyak diaplikasikan oleh kerajaan pada abad ke 8 dan 9 masehi. Atas dasar ini pula kemudian para pakar menyimpulkan bahwa candi borobudur dibangun pada masa kejayaan raja dinasti syailendra di jawa tengah yang berkuasa terhitung semenjak 760 hingga 830 masehi.

Para pakar juga menyimpulkan bahwa candi borobudur menghabiskan waktu 75 hingga 100 tahun lebih untuk membangunnya. Peneliti juga menyimpulkan bahwa candi borobudur benar-benar baru rampung pada masa kerajaan samaratungga tahun 825 masehi.

Padahal peneliti masih ada di ambang ketidakjelasan, mereka belum saja menyerah untuk benar-benar mendapatkan data yang valid dan komplit mengenai sejarah borobudur.

Sehingga masyarakat yang datang tak lagi berangkat atau pulang dengan kepala kosong, tapi dibekali dengan pemahaman mengenai sejarah yang rumit.

Bayangkan saja akan amat menarik jadinya jika wisatawan dari jakarta datang ke borobudur menerapkan jasa sewa bus pariwisata jakarta utara kemudian pulang dengan mempunyai pemahaman mengenai sejarah borobudur yang komplit. Sehingga selain wisata estetika juga sekaligus wisata edukasi. Menarik bukan? Maka darinya masyarakat dalam format apa saja mesti berupaya menyokong para peneliti dalam mendapatkan data yang komplit mengenai borobudur.