Fenomena Om Telolet Om Bus Pariwisata, Riwayatmu Dulu

Mengenang Awal Munculnya Fenomena Om Telolet Om

Bulan Desember 2018 telah terlewati dan kini kita telah berada di bulan Januari tahun 2019. Di bulan yang lalu itu, kita sebagai masyarakat Indonesia punya kenangan unik seputar bus pariwisata.

Terlepas dari apakah anda termasuk golongan bus mania yang hobi sewa bus pariwisata atau bukan, anda pasti tahu fenomena “Om Telolet Om” bukan?

Fenomena yang viral di penghujung tahun 2016 ini sangat mendunia. Bahkan pada berbagai media sosial sampai muncul di trending twitter tagar #omteloletom.

Fenomena Om Telolet Om Bus Pariwisata

Tagar ini sempat menjadi trending disertai banyaknya pengguna medsos dari berbagai kalangan memposting konten yang menunjukan keberhasilan si pemilik akun meramaikan tindakan yang viral tersebut.

Untuk mengingatkan anda, fenomena ini sebenarnya adalah aksi meminta sopir bus untuk membunyikan klakson modifikasi yang bernada telolet.. telolet.. atau bunyi lain yang masih agak mirip.

Dalam melakukannya mereka akan berdiri di tepi jalan sembari berteriak,”Om, telolet, om!”. Lalu dilengkapi juga dengan menuliskan kata – kata tersebut pada kertas atau media lainnya dan mengangkatnya hingga bisa terbaca oleh sang Sopir.

Mengenang Awal Munculnya Fenomena Om Telolet Om

Heboh di akhir tahun 2016, itu berarti aksi viral ini telah 2 tahun berlalu.

Pertama kali ramai di kalangan netizen, fenomena tersebut paling sering dilakukan oleh sekumpulan anak kecil.

Pada waktu itu video yang dipost dan diberi tagar #omteloletom akan mempertontonkan kelompok anak kecil yang sedang berdiam diri di pinggir jalan. Lalu tiba – tiba saat ada sebuah bus pariwisata melintas. Mereka mendadak berjingkrak – jingkrak dan berteriak meminta sopir memberi klakson telolet.

Saat permintaan mereka itu dipenuhi, mereka pun kegirangan dan tampak sangat senang sekali. Bahkan tak jarang juga mereka bergaya layaknya seorang pesepakbola yang sedang selebrasi gol.

Mengenang Awal Munculnya Fenomena Om Telolet Om

Tak dinyana para netizen pun menyukai video semacam itu, hingga kemudian kalangan remaja sampai dewasa pun ikut – ikutan dan memviralkan aksi tersebut.

Dengan melimpahnya penduduk Indonesia yang memadati dunia maya dan memviralkan fenomena ini alhasil tagar #omteloletom meledak dan jadi trending dunia.

Kurang lebih seperti itulah awal kemunculannya.

Ternyata Klakson Telolet Asalnya Bukan Dari Indonesia

Adapun suara klakson telolet nan khas dari bus pariwisata sebetulnya bukan berasal dari negara kita. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bus – bus di Indonesia memasang klakson dengan bunyi tersebut karena mengikuti bus dari negara timur tengah.

Informasi ini saya peroleh dari pernyataan ketua umum Bis Mania Community (BMC), Arief Setiawan. Berdasarkan penuturannya di wilayah timur tengah klakson bus berbunyi telolet marak digunakan untuk difungsikan sebagai pengusir unta.

Ternyata Klakson Telolet Asalnya Bukan Dari Indonesia

Jadi jalanan disana yang ada di tengah dataran gurun pasir luas dan tak lain merupakan habitan unta, seringkali hewan tersebut melipir ke ruas jalan dan menghalangi kendaraan termasuk bus. Daripada harus turun dan mengusirnya setiap kali terhadang, demi kenyamanan penumpang dan supaya mereka tidak harus duduk dalam bus lebih lama lagi akhirnya bus disana pun dilengkapi dengan klakson khusus ini.

Manfaatnya pun terbukti manjur. Unta – untuk yang menutup badan jalan pun ketakutan dan akhirnya menyingkir dengan sendirinya.

Kemudian, masih dari pemaparan Ketua BMC, jenis klakson ini bisa datang ke Indonesia karena ada seorang wirausahawan kita yang sempat mendengar klakson ini dan menilai jika perangkat klakson tersebut dibawa ke Tanah Air ada peluang untuk laku keras di pangsa pasar komponen otomotif terutama bus. Ternyata benar hingga saat ini kebanyakan bus pasti memasangnya.

Meredupnya Fenomena Om Telolet Om

Setelah sukses meramaikan khasanah DuMay, fenomena ini pun perlahan meredup dan hilang dari trending. Memang begitulah pada umumnya. Sesuatu yang viral di satu waktu pasti akan tergeser oleh hal baru.

Namun perlu anda ketahui bahwa aksi viral tersebut mulai ditinggalkan setelah pemerintah menganjurkan segenap elemen masyarakat untuk berhenti serta menegur siapa saja yang coba – coba melakukannya.

Pertimbangannya antara lain soal keselamatan dan aturan lalu lintas yang belaku. Memang harus diakui berdiri dipinggir jalan dan melompat – lompat meminta klakson dapat membahayakan keselamatan pelakunya. Apalagi jika itu adalah anak – anak. Kemudian soal aturan lalu lintas, sopir yang sembarangan menggunakan klakson modifikasi dinilai telah melakukan pelanggaran.